Rabu, 07 Oktober 2009

Alif Lam Mim terakhir

suatu saat saya duduk2 selepas magrib di ruang keluarga,ada Ibu disana.

"aliif lam...mimm....." kata saya dengan suara yang pas-pasan dan jauh dari kata Indah.

" surat apa dek (panggilan rumah saya) ?? Al-Baqarah ayat 1 ya??" tanya Ibu yang duduk di samping saya.

"bukan bu, ayo tebak ade mau baca surat apa?ahasibannaasu ayyutraku,ayyakuulu a...manna wahum laa yuftanuun..." sambung saya membaca ayat selanjutnya.

"hmm" Ibu keliatan berfikir
"ga tau...." sambungnya

"walaqad fatannal ladziina ming....qoblihim, falaya'lamanallahulladziina shodaqu,walaya'lamannal kaa...dzibiin" lanjut saya yang terus baca ayat ke 3

Ibu keliatan tambah bingung

"Al-ankabut!!" kata saya sambil nyengir.membuyarkan kebingungan Ibu

"enak ya" Ibu ikutan nyengir

nahh...disini saya ga tau, yang dimaksud Ibu enak itu, isi/ kata2 di surat itu, atau apa? yang jelas ngga mungkin suara saya yang dimaksud Ibu enak.
dari sana saya tau itu jadi surat favorit Ibu. Ibu sering banget minta saya baca surat itu, klo kita lagi sama-sama nglamun berduaan dirumah.

"de, bacain surat itu dong.."

"surat apa? An-naba?"

"bukann...yang waktu itu tuhh"

"apa?Ar-Rahman?" saya mencoba meraba-raba surat yang dimaksud Ibu

"ih...itu lo yang ada alif lam mim'nya" Ibu nyoba ngingetin saya

hmm.....(bingung,soalnya banyak yg ada alif lam mim'nya)

"ohhh.....Al-ankabut??"

"NAHH..IYA!!"

jah...si Ibu, kirain apa. mungkin beliau lupa, atau mungkin susah untuk menyebutkan nama suratnya. sampai sekarang saya jadi suka senyum sendiri klo ingat tentang itu.

tapi malam ini lain. saya liat wajah Ibu tak secerah biasanya.

"Ibu sakit" kata abang singkat. saat saya dijemputnya untuk pulang kerumah.

liidah saya langsung kaku, ga bersuara setelah dengar apa yang barusan dibilang abang. sedang membayangkan hal-hal terburuk yang mungkin di detik selanjutnya akan saya dapatkan. 2 jam Jt.nangor-Bekasi. sampai dirumah, saya langsung masuk ke kamar tempat Ibu dibaringkan. Wajahnya pucat, bibirnya gemetar, saya raih dan kecup tangannya, dingin.

"Assalamualaikum...Bu...ini ade" seperti ada yang tertahan di tenggorokan saya

datar. sepi. ga ada jawaban. yang terdengar hanya tarikan dan lenguh nafas Ibu yang kelihatannya memberat. memberat. memberat. Ibu gemetar hebat. kami yang disana dibuat semakin panik. sungguh saya ga kuat untuk lebih lama lagi menahan airmata.

"uh...uh..." yang terdengar hanya itu. parau. sakit rasanya.

Ya Allah....inikah yang dinamakan sakaratul maut. yang banyak orang bilang? sungguh tak kuasa rasanya melihat seorang yang begitu berjasa di dalam hidup saya terbaring lemah menunggu ajal yang saat ini mungkin lebih dekat dari pembuluh darahnya. entah mengapa,tiba-tiba saya tergerak. bibir saya mendekat ke telinganya. dengan sekuat tenaga menahan airmata. bibir saya bergerak persis di depan telinganya.

"Aliif Lamm mimm" suara saya bergetar

entah kata2 apa yang keluar dari bibir Ibu mendengar saya melantunkan alif lam mim kesayangannya. saya tak bisa mendengar jelas. yang jelas hanya dengus nafasnya yang makin memberat.

"ahasibannaasu ayyutrakuu.." saya lihat ibu tersenyum kecil ditengah berat tarikan nafasnya.
"ayyakuulu aa manna....." kali ini tangis saya pecah.

sedih. sungguh begitu berat rasanya mendampingi Ibu disaat terakhir seperti ini. ini smua emang cuma mimpi. mimpi buruk menurut saya. bahkan apabila suatu saat mimpi ini terjadi,akan dapet label tambahan kata TER dari saya. yang akhirnya bisa jadi TERBURUK.
saya lemah, saya cengeng, saya bungsu, saya sayang Ibu saya.
dan mimpi ini tentang Ibu saya.
IBU SAYA MENINGGAL.
tadi alif lam mim terakhir untuknya.
dimimpi saya.



setelah sadar dari mimpi ini,saya raih ponsel di sebelah saya
jari saya mulai bergerak mengetik sesuatu.
saya kirim.
cari namanya di phone book.
ketemu!!
I.B.U

isinya:
kangen ibu,sayang ibu





1 komentar:

  1. keren bgt ceritanya, terharu biru saya.... sesama anak ibu saya juga jd kangen ibu.... pdhl dia lg di depan muka saya... hehehehe

    BalasHapus